Prevalensi Suap Petugas Pajak Di Seluruh Dunia

Menurut Survei Perusahaan Bank Dunia, beberapa wilayah berada di peringkat teratas ketika perusahaan ditanya apakah hadiah atau pembayaran informal diharapkan atau diminta selama pertemuan dengan pejabat pajak. Negara-negara berkembang memiliki prevalensi suap tertinggi yang diberikan kepada pejabat pajak. Struktur legislasi yang tidak memadai dan sistem peradilan yang lemah memungkinkan pejabat pajak untuk meminta suap tanpa takut dituntut. Perpajakan di sebagian besar negara-negara ini sangat birokratis, dan pejabat pajak memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan penghapusan kewajiban pajak dengan imbalan pembayaran informal. Daerah peringkat teratas termasuk

Asia Timur Dan Pasifik

29, 8% perusahaan di Asia Timur dan Pasifik melaporkan berada di bawah tekanan untuk memberikan hadiah kepada pejabat pajak selama pertemuan. Mayoritas negara-negara di Asia Timur dan Pasifik adalah negara-negara berkembang dan telah berupaya, melalui undang-undang, untuk mereformasi sektor publik. Namun korupsi masih lazim terutama ketika perusahaan berhadapan dengan pejabat pajak. Sektor-sektor, di mana pejabat pajak mendapatkan suap terbanyak di Asia Timur dan Pasifik, adalah administrasi pertanahan, konstruksi, bea cukai, dan pemerintah. Perusahaan akan lebih sering memberikan suap untuk mendapatkan izin konstruksi, lisensi impor, dan mengamankan layanan pajak yang lebih cepat.

Asia Selatan

19, 6% perusahaan di Asia Selatan mengaku merasakan tekanan untuk memberikan hadiah kepada pejabat pajak selama pertemuan. Prosedur perpajakan di sebagian besar negara di Asia Selatan bersifat birokratis dan panjang. Pejabat pajak meminta uang suap sebagai imbalan agar 'pekerjaan dilakukan' lebih mudah dan lebih cepat. Karena lemahnya penegakan hukum korupsi di negara-negara ini, tingkat pembayaran informal yang tinggi kepada pejabat pajak telah dilaporkan. Pejabat pajak menawarkan pengurangan kewajiban pajak perusahaan dengan imbalan pembayaran informal reguler.

Sub-Sahara Afrika

18, 1% perusahaan di Afrika Sub-Sahara mengakui merasakan tekanan untuk memberikan hadiah kepada pejabat pajak selama pertemuan. Negara-negara di Sub-Sahara bergulat dengan prosedur peraturan yang lemah yang memungkinkan korupsi dalam administrasi publik berkembang. Korupsi di negara-negara ini telah dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah, di mana pejabat pajak melihat korupsi sebagai metode untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan. Menyuap pejabat pajak terutama merajalela di departemen bea cukai. Perusahaan cenderung memberikan suap kepada pejabat pajak untuk membersihkan barang-barang mereka dengan cepat untuk ekspor atau impor. Sebagian besar negara-negara ini memiliki prosedur perpajakan birokratis dan pejabat pajak tampaknya mengambil keuntungan dari situasi ini. Sebagai imbalan untuk pemrosesan cepat masalah terkait pajak, pejabat pajak meminta hadiah dan suap.

Maghreb Dan Timur Tengah

17, 3% perusahaan di Maghreb dan Timur Tengah mengaku merasakan tekanan untuk memberikan hadiah kepada pejabat pajak selama pertemuan. Beberapa negara di wilayah ini dicirikan oleh institusi pemerintah yang tidak efisien yang menjadi tempat berkembang biaknya petugas pajak yang korup. Pejabat pajak berada di antara pejabat publik paling korup di sebagian besar negara ini. Pejabat pajak mengharapkan pembayaran tidak resmi dalam rapat untuk memproses kewajiban pajak perusahaan tepat waktu. Dalam beberapa kasus, kewajiban pajak perusahaan bahkan dapat dikurangi oleh pejabat pajak dengan imbalan uang. Perusahaan juga cenderung memberikan suap untuk mendapatkan izin seperti izin impor dan ekspor, pendaftaran bisnis, dan izin konstruksi.

Prevalensi Suap Di Wilayah Lain

Wilayah lain di mana perusahaan diharapkan atau diminta untuk memberikan suap kepada pejabat pajak adalah Asia Tengah (9, 7%), Karibia (5, 9%), Amerika Latin (5, 8%), Eropa Tengah, Amerika Baltik (2, 7%), dan Eropa Barat ( 2, 5%). Sebagian besar negara di wilayah ini ditandai dengan transparansi yang rendah dalam memberikan layanan publik. Struktur hukum yang lemah dan kekuatan polisi yang korup serta sistem peradilan bertindak sebagai pencegah terhadap penuntutan pejabat yang korup. Pejabat pajak memanfaatkan struktur hukum yang tidak efisien untuk meminta suap dan pembayaran informal.

Prevalensi Suap Petugas Pajak Di Seluruh Dunia

PangkatWilayahBagian Perusahaan yang Ditekan untuk Memberikan Hadiah kepada Pejabat Pajak
1Asia Timur dan Pasifik29, 8%
2Asia Selatan19, 6%
3Sub-Sahara Afrika18, 1%
4Maghreb dan Timur Tengah17, 3%
5Asia Tengah9, 7%
6Karibia5, 9%
7Amerika Latin5, 8%
8Eropa Tengah dan Negara Baltik2, 7%
9Eropa Barat2, 5%

Direkomendasikan

10 Tempat Paling Berpadat di Dunia
2019
Negara Tempat Orang Menyewa Rumah Mereka
2019
Kapan Musim Badai Karibia?
2019