Negara-negara yang Sedang Mengalami Boom Konstruksi

Pencakar langit adalah bangunan dengan lebih dari empat puluh lantai. Istilah "gedung pencakar langit" digunakan pada tahun 1880-an pada bangunan yang memiliki sepuluh hingga dua puluh lantai. Selama beberapa tahun terakhir, kemajuan teknologi telah menyebabkan bangunan yang lebih tinggi sedang dibangun di seluruh dunia. Istilah terbaru termasuk "supertall" mengacu pada bangunan tinggi lebih dari 300 meter sementara yang lebih dari 600 meter dikatakan "megatall." gedung pencakar langit selesai pada tahun 2017.

Negara mana yang paling banyak membangun pencakar langit?

Tingkat pembangunan gedung pencakar langit bervariasi dari satu negara ke negara lain. China adalah konstruktor pencakar langit terkemuka di dunia. Amerika Serikat berada di urutan kedua, diikuti oleh Korea Selatan, Kanada, Indonesia, Uni Emirat Arab, dan Turki masing-masing di urutan ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh. Negara-negara lain adalah Korea Utara, Malaysia, India, dan Filipina menyimpulkan daftar sepuluh konstruktor pencakar langit terkemuka.

Amerika Serikat mencatat pembangunan sepuluh gedung pencakar langit pada tahun 2017. Angka ini dikerdilkan oleh rekor China dari 76 bangunan selama tahun yang sama. Negara ketiga dengan jumlah gedung pencakar langit tertinggi di tahun itu adalah Korea Selatan dengan tujuh gedung pencakar langit. Kanada dan Indonesia masing-masing berada di peringkat keempat dan kelima ketika mereka menyelesaikan pembangunan lima gedung pencakar langit selama periode itu.

Negara-negara lain yang mencatat sejumlah besar konstruksi gedung pencakar langit adalah Uni Emirat Arab dan Turki. Kedua negara memiliki empat gedung pencakar langit yang dibangun pada tahun itu. Selain itu, Korea Utara dan Malaysia memiliki jumlah gedung pencakar langit yang sama, empat, sedang dibangun pada 2017. Terakhir, India dan Filipina menyaksikan penyelesaian tiga gedung pencakar langit selama tahun yang sama. Sekitar tiga perempat dari sepuluh negara terkemuka pencakar langit terkemuka dunia berada di Asia.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembangunan Pencakar Langit

Saat ini, banyak negara memperluas kota melalui bangunan dan konstruksi berbagai ukuran. Sebagian besar negara maju mengerahkan kekuatan mereka dengan saling bersaing dalam konstruksi seperti itu. Cina, misalnya, telah membuat kemajuan yang signifikan dengan banyak kota menyaksikan penyelesaian bangunan dengan ketinggian yang tak terbayangkan seperti Pin An Finance Center setinggi 599 meter di Shenzhen. Alasan bangunan seperti itu berkisar dari faktor ekonomi hingga politik.

Banyak dari bangunan ini digunakan untuk tujuan komersial. Banyak gedung pencakar langit dibangun untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan korporasi. Namun, populasi yang terus meningkat di sebagian besar wilayah telah menciptakan kelangkaan wilayah pemukiman. Bangunan pencakar langit menyediakan rumah bagi banyak orang sehingga mengurangi kemacetan. Selain itu, ruang untuk ekspansi di darat telah berkurang yang berarti bahwa satu-satunya cara ekspansi adalah membangun gedung-gedung tinggi. Pencakar langit memanfaatkan lahan kecil apa pun yang tersedia.

Tantangan Terkait Dengan Gedung Pencakar Langit

Pencakar langit membutuhkan pembiayaan yang sangat besar untuk menyelesaikan konstruksi mereka. Biaya tersebut dapat mengakibatkan penyalahgunaan uang pembayar pajak terutama di negara-negara di mana korupsi terjadi. Setelah selesai, umumnya unit-unit di gedung pencakar langit membanggakan sewa yang sangat tinggi yang mungkin tidak dapat diakses oleh banyak bisnis. Tantangan penting lainnya adalah tingkat kerusakan dalam kasus krisis seperti terorisme dan bencana alam seperti gempa bumi. Dalam hal kejadian seperti itu, kematian yang tinggi mungkin dialami.

Negara Membangun Pencakar Langit Paling Banyak

PangkatNegaraJumlah Pencakar Langit Baru
1Cina76
2Amerika Serikat10
3Korea Selatan7
4Kanada5
5Indonesia5
6Uni Emirat Arab4
7Turki4
8Korea Utara4
9Malaysia4
10India3
11Filipina3

Direkomendasikan

Seberapa Besar Texas?
2019
Negara Yang Membatasi Laut Adriatik?
2019
Siapa yang menyalakan Api Olimpiade?
2019