Negara-negara Eropa dengan Populasi Muslim Terbesar

Muslim pertama kali masuk ke Eropa pada 711 ketika Umayyah menaklukkan Hispania. Pada 732 mereka dikalahkan dalam Pertempuran Tur di Prancis dan didorong ke Eropa Selatan. Pada abad ke 7 dan 13, Islam memasuki Rusia dan Bulgaria saat ini di Eropa timur dan selatan di mana Muslim menaklukkan Persia, mendirikan Kekaisaran Ottoman. Pada abad 14 dan 15, Kekaisaran Ottoman berkembang, mengambil sebagian besar Eropa. Namun, kekaisaran runtuh pada tahun 1922 yang hidup di belakang pengaruh Muslim yang sangat besar di negara-negara seperti Bosnia, Kosovo, Bulgaria, Albania, dan Makedonia. Saat ini, beberapa negara Eropa dengan populasi Muslim yang signifikan meliputi:

1. Turki - 98, 6%

Sejarah Islam di Turki berasal dari abad ke-11 ketika Seljuk muncul ke Anatolia. Jajak pendapat keagamaan yang dilakukan di negara itu menunjukkan bahwa 98, 6% dari populasi Turki mengidentifikasikan diri dengan Islam sementara mayoritas dari 1% sisanya adalah non-agama. Mayoritas Muslim Turki adalah Sunni, terhitung 73% dari populasi Muslim, sementara sisanya terdiri dari komunitas Alevis, Alawite, dan Jafari. Meskipun Turki didominasi oleh Muslim, pemerintah menganggap negara itu negara sekuler yang memberikan kebebasan kepada semua agama dan melarang praktik keagamaan di lembaga-lembaga publik dan kantor-kantor pemerintah. Pemerintah juga memantau sebagian besar kegiatan Muslim melalui kementerian urusan agama.

2. Kosovo - 95, 6%

Sejarah Islam Kosovo berasal dari Kekaisaran Ottoman dan penaklukannya atas Balkan. Wilayah Balkan adalah agama Kristen sampai Pertempuran Kosovo pada 1389. Kekaisaran Ottoman didirikan di Kosovo pada periode antara 1389 dan 1922 di mana islamisasi menjadi signifikan. Ketika Kosovo kemudian diperintah oleh otoritas sekuler setelah Perang Dunia Kedua, efek Islamisasi oleh Kekaisaran Ottoman tidak dapat dibalik. Saat ini, 95, 6% populasi Kosovo mengidentifikasikan diri dengan Islam dengan mayoritas memiliki latar belakang Muslim dari Albania dan Muslim Slavia. Partai politik utama di Kosovo, Partai Keadilan, masih berkomitmen pada nilai-nilai Islam tradisional dalam programnya.

3. Albania - 58.79%

Mayoritas Albania dikonversi ke Islam selama pemerintahan Ottoman pada abad ke-14. Muslim di Albania jatuh ke dalam dua denominasi: Syiah atau Bektashi dan Sunni. Pada abad ke-20, negara tersebut melewati Kebangkitan Nasional Albania yang bertujuan untuk tidak menekankan agama melalui agama yang sistematis baik bagi bangsa maupun budaya. Melalui ANA, Islam secara signifikan berubah dan menurun popularitasnya. Tradisi Muslim juga dipengaruhi oleh dekade ateisme negara yang berlangsung hingga 1991. Pencabutan pembatasan agama dalam pemerintahan pasca-komunis menyebabkan kebangkitan Muslim di Albania. Saat ini 58, 79% dari populasi Albania mempraktikkan Islam dengan mayoritas Muslim adalah Sunni. Karena penganiayaan selama pemerintahan Komunis, sebagian besar Muslim di negara itu bukan penduduk asli tetapi Muslim budaya.

Kesimpulan

Lebih dari 10% populasi di Bosnia dan Herzegovina, Makedonia, Siprus, Montenegro, dan Georgia adalah penganut Islam. Mayoritas Muslim di negara-negara ini adalah Muslim berbudaya yang dibawa sebagai akibat dari migrasi dan pengaruh Kekaisaran Ottoman. Populasi Muslim tumbuh dengan kecepatan tinggi, dan jumlahnya diproyeksikan akan semakin tinggi di tahun-tahun mendatang

Negara-negara Eropa dengan Populasi Muslim Besar

PangkatNegaraPersentase Penduduk yang Mengidentifikasi Dengan Islam (%)
1Turki98.6
2Kosovo95.6
3Albania58.8
4Bosnia-Herzegovina50.7
5Makedonia33.3
6Siprus22.7
7Montenegro19.11
8Georgia10.5
9Swedia8.1
10Austria8
11Bulgaria7.8
12Perancis7.5
13Guyana7.2
14Rusia6.5 - 15
15Belgium5.9

Direkomendasikan

Taman Nasional Tertua Yang Mana Di Kenya?
2019
Apa Arti Lagu Kebangsaan?
2019
Epidemi paling mematikan di abad ke-20
2019