Mamalia Terancam Punah Thailand

Thailand terletak di Asia Tenggara dan terdiri dari 198.117 mil persegi. Di dalam kawasan ini ada enam wilayah geografis, yang menyediakan sejumlah habitat unik seperti hutan hujan, hutan bakau, dan pegunungan. Negara ini kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk 300 spesies mamalia, 313 spesies reptil, 107 spesies amfibi, dan lebih dari 1.000 spesies burung. Artikel ini melihat lebih dekat beberapa mamalia langka yang tinggal di sini.

Mamalia yang Terancam Punah di Thailand

Kouprey

Kouprey memiliki tubuh besar dan sempit dengan kaki tipis dan tanduk panjang. Tingginya antara 5, 6 kaki dan 6, 2 kaki dan beratnya antara 1.500 dan 2.010 pound. Mereka tinggal di kawanan kecil yang dipimpin perempuan di seluruh hutan terbuka dan padang rumput. Makanan mereka terdiri dari rumput dan bambu. Ini terdaftar sebagai terancam punah, meskipun mungkin sudah punah.

Banteng

Banteng mirip dengan kouprey, meskipun sedikit lebih kecil. Tingginya antara 5 kaki 1 inci dan 5 kaki 5 inci. Bobotnya umumnya antara 880 pound dan 1.980 pound. Spesies ini dapat hidup dalam kawanan antara 2 dan 30 hewan, yang dapat ditemukan di seluruh hutan terbuka. Itu tinggal di Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam. Seluruh ukuran populasinya diperkirakan antara 5.000 dan 8.000.

Kerbau Air Asia Liar

Kerbau liar Asia cukup besar, beratnya antara 1.500 dan 2.600 pon dan tumbuh antara 5 kaki dan 6 kaki tingginya 3 inci. Mereka dapat ditemukan di padang rumput basah, rawa-rawa, lembah-lembah sungai yang banyak ditanami di seluruh Thailand, Kamboja, India, Nepal, dan Bhutan. Makanan mereka terdiri dari rumput, buah-buahan, pohon, dan bahkan beberapa tanaman pertanian seperti padi dan tebu. IUCN telah mendaftarkan spesies ini sebagai terancam punah dan memiliki total populasi global sekitar 2.500 individu dewasa.

Gajah India

Gajah India dianggap sebagai subspesies gajah Asia. Meski serupa, keduanya berbeda dalam ukuran dan penampilan. Gajah India tumbuh antara 6, 6 kaki dan 11, 5 kaki tingginya, sedangkan gajah Asia adalah antara 7, 9 kaki dan 9 kaki. Gajah India berwarna sedikit lebih terang dan gajah Asia memiliki depigmentasi yang signifikan di seluruh batang, leher, dan telinganya. Gajah India hidup di seluruh padang rumput, hutan tropis, dan hutan gugur, tempat mereka bertahan hidup dengan diet vegetarian berupa rumput, kulit pohon, daun, bambu, dan buah. Populasi kedua spesies telah menurun setidaknya 50% selama 60 hingga 75 tahun terakhir karena deforestasi, yang telah mengakibatkan degradasi dan fragmentasi habitat. Selain itu, gajah-gajah ini telah diburu dan dibunuh, dihargai oleh pemburu karena gading gading mereka. Bayi gajah sering diambil dari induknya untuk digunakan dalam industri pariwisata dan hiburan.

Mamalia terancam punah lainnya di Thailand termasuk: tupai terbang beraneka warna, tikus raksasa berekor panjang Neill, tikus lebah, kelelawar berhidung besar, harimau Indochinese, harimau Melayu, musang musang, dan lubang ussuri.

Ancaman Lingkungan

Thailand telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan populasi yang signifikan yang telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang meluas. Selain itu, perubahan iklim telah mempengaruhi habitat alami di sini. Semua perubahan ini telah berkontribusi terhadap penurunan besar dalam kehidupan tumbuhan dan hewan di negara ini, sebagaimana dibuktikan oleh daftar panjang mamalia langka yang disebutkan di atas. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk memerangi ancaman lingkungan ini. Baru-baru ini, Thailand menandatangani Perjanjian Iklim Paris, berjanji untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 20% hingga 25%. Sayangnya, ini tidak cukup untuk menyelamatkan nyawa yang sudah hilang. Organisasi nirlaba internasional telah bekerja di Thailand untuk mengurangi kasus perburuan liar untuk perdagangan dan konsumsi ilegal serta untuk melindungi habitat penting di seluruh negara.

Mamalia Terancam Punah ThailandNama ilmiah
Kouprey

Bos sauveli
Gajah Asia

Elephas maximus
Gajah India

Elephas maximus indicus
Tupai Terbang Berwarna Parti

Hylopetes alboniger
Tikus Raksasa Ekor Panjang Neill

Leopoldamys neilli
Bumblebee Bat

Craseonycteris thonglongyai
Kelelawar Hidung Daun Kecil Yang Lebih Kecil

Hipposideros turpis
Harimau Indochinese

Panthera tigris corbetti
Harimau Melayu

Panthera tigris jacksoni
Musang Berang-berang

Cynogale bennettii
Ussuri Dhole

Cuon alpinus alpinus
Banteng

Bos javanicus
Kerbau Air Asia Liar

Bubalus bubalis

Direkomendasikan

Apa Jenis Pemerintahan yang Dimiliki Oman?
2019
10 Hewan Dimanfaatkan Untuk Digunakan Dalam Pengobatan Alternatif
2019
Primata Asli Ke Amerika Tengah
2019