Bisakah Jerapah Berenang?

Jerapah adalah hewan tertinggi di dunia. Ciri yang paling mencolok dari spesies ini adalah leher dan kakinya yang sangat panjang. Jerapah hanya ditemukan di Afrika dan sebagian besar ditemukan di sabana dan hutan di benua itu. Jerapah ditemukan di Chad, Afrika Selatan, Niger, Uganda, Namibia, dan Kenya. Karena tingginya, banyak yang percaya bahwa jerapah tidak dapat berenang. Ilmu pengetahuan mulai membuktikan ini salah.

Fakta Jerapah

Ada berbagai fakta tentang jerapah yang perlu diketahui saat mempelajari jerapah. Misalnya, leher jerapah tidak dapat mencapai tanah ketika ia berdiri; inilah alasan utama mengapa jerapah merentangkan kaki depannya ketika ingin minum air atau mencapai tanah. Mereka juga dapat diamati berlutut dalam upaya mencapai tanah. Kaki mereka sendiri lebih tinggi daripada kebanyakan manusia. Tidak seperti mamalia lain, jerapah hanya membutuhkan 5 hingga 30 menit tidur dalam 24 jam seperti biasa. Jerapah dapat dengan mudah diidentifikasi karena pola warna kulitnya yang unik yang memiliki bintik-bintik cokelat dengan warna hitam. Spesies jantan umumnya lebih tinggi dan lebih berat daripada betina. Menurut sebuah laporan oleh National Geographic Society, ketinggian jerapah normal berkisar antara empat hingga lima meter. Jerapah bisa hidup hingga 25 tahun.

Bisakah Jerapah Berenang?

Jerapah sudah lama dikenal sebagai salah satu mamalia di dunia yang tidak mampu berenang. Para ilmuwan percaya bahwa leher panjang jerapah dan kaki panjang tidak akan memberikan energi yang cukup untuk menopang lehernya saat berada di air. Namun, pada 2010, fakta ini ditolak ketika para ilmuwan menggunakan model digital yang kompleks untuk membuktikan bahwa seperti halnya mamalia lain, jerapah juga dapat mengapung di air. Dalam studi yang diterbitkan dalam Journal of Theoretical Biology, ditemukan bahwa jerapah bisa berenang. Namun, itu akan membutuhkan jerapah untuk memutar lehernya dalam posisi mundur yang canggung, dan juga memiringkan kaki ke belakang.

Apa yang Makan Jerapah?

Jerapah diklasifikasikan sebagai herbivora; ini berarti bahwa sebagian besar makanannya terbuat dari bahan nabati. Hewan-hewan ini dapat beradaptasi dengan habitat makan yang berbeda tergantung pada spesies tanaman yang tersedia di daerah tersebut. Jerapah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan; mereka dikatakan mengkonsumsi lebih dari 45 kilogram makanan dalam sehari. Jerapah kebanyakan memakan daun. Di padang rumput yang gersang, jerapah bertahan hidup di atas daun akasia dan rebung. Selama musim hujan, jerapah dapat memakan tanaman merambat, tumbuhan, dan bunga. Jerapah bahkan dapat memakan daun di daerah berduri berkat lidahnya yang panjang dan kasar.

Konservasi Jerapah

Ada sembilan subspesies jerapah, termasuk jerapah Masai, jerapah utara, jerapah retikulasi, dan jerapah selatan. Menurut laporan IUCN, jerapah telah terdaftar sebagai terkena pemusnahan. Selama tiga puluh tahun terakhir, jumlah jerapah telah menurun sekitar 40%. Perkiraan saat ini menunjukkan bahwa ada kurang dari 100.000 jerapah yang tersisa di dunia.

Direkomendasikan

Seberapa Besar Texas?
2019
Negara Yang Membatasi Laut Adriatik?
2019
Siapa yang menyalakan Api Olimpiade?
2019